Dr. Dirgantara Wicaksono. M.Pd (UTS PKN)


SOAL!
1. Apa yang anda ketahui mengenai pendekatan multikultural dan implementasinya?
2. Jelaskan secara heoristik kajian pendekatan tematik dalam pengembangan PKN di SD!
3. Bagaimana mengembangkan PKN dengan CTL?
4. Apakah penting portofolio dalam pengembangan PKN di SD?
5. Berikan analisis mengapa pentingnya mengembangkan pembelajaran PKN di SD!

JAWABAN!

1. - Yang saya ketahui tentang pendidikan multikultural yaitu suatu pendekatan progresif untuk melakukan transformasi pendidikan yang secara menyeluruh membongkar kekurangan, kegagalan, dan praktik-praktik diskriminasi dalam proses pendidikan.
Pendidikan multikultural juga merupakan respon terhadap perkembangan keragaman populasi sekolah sebagaimana tuntutan persamaan hak bagi setiap kelompok. Dalam dimensi lain, pendidikan multikultural merupakan pengembangan kurikulum dalam aktivitas pendidikan untuk memasuki berbagai pandangan, sejarah, prestasi, dan perhatian terhadap orang-orang dari etnis lain.
Hal ini berarti pendidikan multikultural secara luas mencakup seluruh siswa tanpa membedakan kelompok-kelompok, baik itu etnis, ras, budaya, strata sosial, agama, dan gender sehingga mampu mengantarkan siswa menjadi manusia yang toleran dan menghargai perbedaan.
- Implementasi pendidikan multikultural 
Pendekatan integrated learning dan cooperative learning adalah beberapa model pendekatan yang efektif dalam memasukkan pendidikan multikultural ke dalam PKn di kelas. Beberapa poin penting yang harus dilakukan dalam memformulasikan pendidikan multikultural dalam PKn yang bersifat mudah dan efektif yaitu: 1. Guru harus merencanakan strategi pembelajaran yang akan dipakai dalam kelas.  Jika yang dipakai adalah model cooperative learning, maka strategi ini digunakan untuk menandai adanya perkembangan kemampuan siswa dalam belajar bersama-sama mensosialisasikan konsep dan nilai budaya lokal dari daerahnya dalam komunitas belajar bersama teman. Dalam konteks belajar dengan pendekatan multikultural, penggunaan strategi cooperative learning, diharapkan mampu meningkatkan kadar partisipasi siswa dalam memberikan apresiasi terhadap nilai-nilai lokal serta membangun cara pandang kebangsaan. Dari kemampuan ini, siswa memiliki keterampilan mengembangkan kecakapan hidup dalam menghormati budaya lain, toleransi terhadap perbedaan, akomodatif, terbuka dan jujur dalam berinteraksi dengan teman (orang lain) yang berbeda suku, agama etnis dan budayanya, memiliki empati yang tinggi terhadap perbedaan budaya lain, dan mampu mengelola konflik dengan tanpa kekerasan (conflict non violent). 2. Pembelajaran multikultural yang dilaksanakan di kelas oleh siswa bisa dimulai dari  hal/perbuatan yang kecil namun penuh makna (meaningfull). Siswa dan guru bisa memulainya bersama dengan melakukan tindakan nyata di kelas yang menunjukkan keterampilan multikultural. Maksudnya adalah sikap yang ditunjukkan karena kesadaran kultural kemudian diimplementasikan dalam suatu tindakan dalam format kemajemukan.

2. Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang diawali dengan suatu tema tertentu yang mengaitkan dengan pokok bahasan lain, konsep tertentu dikaitkan dengan konsep lain yang dilakukan secara spontan atau direncanakan baik dalam satu bidang studi atau lebih dan dengan beragam pengalaman belajar sehingga pembelajaran menjadi semakin bermakna.
Berikut ini cara mengembangkan PKN di SD dengan menggunakan pendekatan Tematik, antara lain:
a. Rancangan pembelajaran, dalam tahap ini guru PKn menyiapkan media pembelajatan tematik yang berupa gambar-gambar yang berhubungan dengan tema yang akan di ajarkan pada siswa. Bisa juga menggunakan media lain yang lebih mendorong minat belajar siswa.
b. Setelah itu, guru membuat RPP Pembelajaran PKN

c. Pelaksanaan pembelajaran guru harus lebih kreatif dalam mengelola pembelajaran. Hal ini dikarenakan pengalaman guru sangat penting dalam pengolaan pembelajaran. Karena jika guru dalam proses pembelajaran di kelas tidak kreatif maka siswa akan cepat bosan dan malas dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas.

3. Cara untuk mengembangkan PKN dengan CTL yaitu pembelajaran dilakukan lebih dipusatkan  pada siswa dan menekankan proses belajar melalui mengalami bukan menghafal, mampu memperluas pengalaman dan menumbuhkan minat siswa, sehingga mereka bisa terlibat lebih aktif dalam proses pembelajaran. Misalnya pada materi pelajaran PKn yang menanamkan nilai-nilai moral guru mengajak siswa praktek dan pengamatan langsung di lapangan, sehingga bukan hanya sekedar retorika atau visualisasi poster semata.Dalam pelaksanaan praktek dan pengamatan langsung guru hanya sebagai fasilitator yaitu hanya membantu mereka mengaitkan antara materi  yang diajarkan dengan situasi nyata.

4. Menurut saya  portofolio penting dalam pengembangan PKN di SD karena portofolio  sendiri dalam pembelajarab PKN memiliki arti yaitu kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu  kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka, baik dalam kelompok kecil maupun kelompok besar. Lalu, Model pembelajaran PKN berbasis portofolio juga dapat untuk memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan  beberapa metode dan langkah yang digunakan dalam proses pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya. Hal tersebut yang membuat portofolio penting dalam mengembangkan PKN di SD.

5. Menurut saya PKN di SDperlu dikembangkan karena
    - Mengikuti perkembangan zaman sehingga PKN di SD pun harus terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.
    - Untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air kepada siswa SD.
    - Untuk menciptakan siswa yang dapat  memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan  berkarakter.

Komentar